Sabtu, 21 Juli 2018

Sejarah Desa


Desa Kodak merupakan desa yang berada di Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang Madura. Kodak sendiri memiliki arti pengganti. Didalamnya memiliki empat dusun antara lain: Kodak tengah, jenon, glugur dan masaran. Dari keempat dusun tersebut memiliki makna masing-masing. Dusun Kodak tengah merupakan sentral dari keempat dusun. Hal ini dapat di lihat dari aspek pendidikan dan ekonomi di Desa Kodak.  
Sejarah desa Kodak tidak terlepas dari sejarah dan latar belakang masyarakat Kodak sendiri. Sejarah sering dijadikan dongeng ataupun cerita pengantar tidur yang biasanya dikait-kaitkan dengan mitos yang ada di masyarakat. Yang menjadi sejarah tersendiri desa Kodak adalah adanya surau terbesar di desa ini yang diberi nama “Langgher Rajeh”. Desa ini di dirikan kyai buyut yang bernama Kyai Dhepak dan beliau memiliki seorang menantu. Awalnya surau tersebut berada di sebelah utara rumah pak sekses (sekretaris desa) dan pak kades (kepala desa). Pada suatu ketika ada seorang masyarakat atau warga yang mengatakan adanya surau tersebut membuat sempit jalan sehingga agak sulit untuk di lewati. Mendengar keluhan salah satu warga yang demikian, Kyai buyut tersebut menyuruh menantunya untuk mengundang tukang bangunan dengan tujuan memindahkan surau tersebut ke sebelah timur dari tempat asal. Anehnya pada saat waktu subuh menjelang, surau tersebut sudah berpindah ke tempat Kyai buyut yang di inginkan. Kyai buyut pun terkejut atas kehebatan menantunya, beliau merasa bahwa ilmu yang di miliki menantunya lebih tinggi dari pada ilmu yang beliau miliki. Sebab itulah Kyai buyut Dhepak memutuskan pergi  bertapa untuk memperdalam ilmunya. Sampai saat ini tidak ada yang mengetahui beliau pergi bertapa kemana. Dan sampai saat ini tiada seorangpun yang mengetahui letak makam mendiang kyai buyut Dhepak.
Sejak saat itu surau yang di beri nama “Langgher Rajeh” tersebut dianggap keramat dan memiliki santri terbanyak  di desa Kodak tersebut. karena sampai saat ini masih diyakini oleh masyarakat bahwa bagi seorang yang tidur di “Langgher Rajeh” akan merasa ada yang mencambuk dan melihat orang mengendarai kuda.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review