Senin, 30 Juli 2018

BELAJAR DAN BERMAIN DI YAYASAN AL- IHSAN (MADRASAH)


SAMPANG – Kelompok 50 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2018 di Desa Kodak, Kec. Torjun, Kab. Sampang pada hari Kamis (19/07/18) sore, Pukul 13.00 s/d 15.00 WIB melaksanakan kegiatan mengajar di Yayasan AL- IHSAN kepada anak-anak yang ada di yayasan terkait. Pembelajaran tersebut guna membatu pengajar (ustadz) yang ada di yayasan terkait, karena tenaga pengajar yang tergolong minim. Tujuan membantu mengajar di yayasan adalah untuk menambah kemampuan dari anak-anak yang ada di yayasan tersebut supaya memiliki bekal hidup selain pembelajaran yang diajarkan oleh ustadznya. Kegiatan belajar dan bermain di yayasan AL- IHSAN yang dilaksanakan atau diajar oleh KKN 50 yakni pembelajaran Khot, Khot Imlak, B. Inggris, maupun pelatihan Al-banjari (musik islami) yang dilaksanakan pada hari Selasa dan Kamis kegiatan tersebut didukung penuh oleh Ustadz Syakur, “Alhamdulillah teman-teman KKN UTM membantu kami, dengan berbagi ilmu disini” ucapnya. Pembelajaran tersebut diikuti kurang lebih oleh 25 murid yang terdiri dari tingkat SD (Sekolah Dasar) sampai tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Namun, dalam pelaksanaannya masih menemui beberapa kendala, diantaranya terbatasnya media yang digunakan dalam pembelajaran serta minimnya tempat belajar yang digunakan. Akan tetapi kendala tersebut tertutupi oleh pembelajaran yang tertib. 
 Penulis Tim KKN 50

Kamis, 26 Juli 2018

YASINAN SEBAGAI MEDIA INTERAKSI SOSIAL



SAMPANG - Peserta KKN Tematik Kelompok 50 Universitas Trunojoyo Madura (23/07/18) mengikuti pengajian rutin “yasinan” ibu-ibu di dusun Masaran, Desa Kodak, Kecamatan Torjun, Sampang. Kegiatan yang diadakan setiap hari senin tersebut bertempat disalah satu yayasan pada pukul 16.00 sampai 17.00 WIB. Pengajian rutin “yasinan” ibu-ibu desa kodak tersebut dilaksanakan secara bergantian di rumah warga. Pengajian tersebut bertujuan untuk menjalin kekerabatan sesama warga setempat
Kegiatan yang diikuti oleh ± 30 ibu-ibu tersebut juga dihadiri oleh mahasiswa KKN. Kegiatan pengajian tersebut selain pembacaan surat yasin dan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Syakur juga sebagai sarana pendekatan KKN 50 dengan berbaur pada masyarakat setempat. “warga Dusun Masaran, Desa Kodak sangat senang dan berterimakasih atas kedatangan mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura,” ucap Ustad Syakur selaku pemimpin pengajian saat selesai acara. Selain itu, “mahasiswa KKN yang telah masuk dan mengabdi di  Desa Kodak sudah kami anggap sebagai warga kami juga” ucapnya.


Rabu, 25 Juli 2018

SAMBUTAN HANGAT KKN 50 DI DESA KODAK, TORJUN



SAMPANG – Kelompok 50 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2018 di Desa Kodak, Kec. Torjun, Kab. Sampang pada hari Kamis (19/07/18) pagi, Pukul 18.00 s/d 19.00 WIB melaksanakan kegiatan Pembukaan KKN 50 yang dilaksanakan dirumah Klebun lama, yang merupakan saudara dari Klebun baru, dalam pembukaan KKN 50 digabungkan dengan kegiatan masyarakat desa Kodak yakni kegiatan yasinan. Kegiatan tersebut bertepatan pada hari kamis manis yang selalu dilksanakan di rumah Klebun lama. Kegiatan yasinan tersebut sama seperti dengan kegiatan yasinan pada umumnya. Akan tetapi, KKN 50 mencoba meminta waktu selesai acara tersebut yakni pembukaan KKN 50.
Pembukaan KKN 50 berisi tentang penyampain program kerja selama KKN di Desa Kodak, kegiatan tersebut antara lain: Buku Desa, Blog Desa, Video Desa, serta Produk Unggulan yang berada di desa terkait. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh KKN 50 serta masyarakat Desa Kodak. Masyarakat desa tersebut sangat antusias dengan kegiatan yang diusulkan dari KKN 50. Akan tetapi, kegiatan tersebut masih memiliki beberapa kendala yakni waktu pelaksanaan pada malam hari yang mengakibatkan kurangnya efisien dalam penyampaian program kerja KKN 50.

BERSIH DESA CIPTAKAN LINGKUNGAN HIDUP YANG INDAH DAN NYAMAN



SAMPANG–Kelompok 50 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2018 di Desa Kodak, Kec. Torjun, Kab. Sampang pada hari Sabtu (21/07/18) pagi pukul 06.00 WIBmelaksanakan bersih-bersih desa yaitu di Desa Kodak. Sabtu dan minggu bersih merupakan salah satu kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa KKN 50 dimana kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa. kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan desa yang bersih dan nyaman. Salah satu program kerja bersih-bersih yang dilakukan oleh mahasiswa ini adalah dengan membersihkan sampah yang ada diselokan, menyapu sampah yang ada disekitar jalan dan membakar sampah daun yang telah dikumpulkan.
Kegiatan bersih-bersih yang di adakan mahasiswa KKN 50 di desa Kodak ini, selain untuk menciptakan lingkungan yang bersih juga sebagai cara bersosislisasi dengan masyarakat dengan cara melaksanakan program sabtu dan minggu bersih. Jika melihat kondisi jalanan yang ada di Desa Kodak memang sedikit menganggu penglihatan ataupun udara di sekitarnya, karena banyak daun daun yang berserakan area tersebut. Adapun hambatan selama melaksanakan kegiatan bersih di Desa Kodak ini antara lain: kurangnya peralatan yang digunakan seperti: sapu, tempat sampah, maupun clurit. Akan tetapi hambatan tersebut dapat teratasi berkat bantuan warga yang meminjamkan peralatan tersebut. Sehingga di Desa Kodak dapat terlihat bersih dan nyaman.

Penulis
Tim KKN 50 Universitas Trunojoyo Madura

BIMBINGAN BELAJAR MENGAJAR TINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN





SAMPANG – Kelompok 50 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2018 di Desa Kodak, Kec. Torjun, Kab. Sampang pada hari Jum’at (20/07/18) sore, Pukul 15.00 s/d 17.00 WIB melaksanakan kegiatan bimbingan belajar mengajar kepada anak-anak Desa Kodak. Bimbingan belajar ini diikuti oleh anak-anak dari kelas satu Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tujuan dari bimbingan belajar mengajar ini adalah untuk membantu para siswa yang kesulitan dalam pengajaran belajar mengajar di sekolah. Selain untuk membantu siswa yang kesulitan dalam belajar bimbingan belajar ini juga bertujuan untuk mengasah kemampuan para siswa dalam memahami mata pelajaran yang telah diajarkan.
Pelaksanaan bimbingan belajar mengajar ini, siswa dapat memilih mata pelajaran yang mereka minati dan siswa dapat mengkonsultasikan tugas atau pekerjaan rumah yang diberikan guru di sekolah. Siswa yang mengikuti bimbingan belajar sebagian besar meminati mata pelajaran matematika dan bahasa inggris. Namun, dalam pelaksanaan bimbingan belajar ini menemui beberapa kendala, diantaranya terbatasnya media yang digunakan dalam pembelajaran serta minimnya tempat belajar yang digunakan. Oleh karena itu,dibutuhkan sebuah solusi untuk mengatasi kendala tersebut. Adapun solusi yang dapat digunakan dalam mengatasi kendala tersebut, yakni mengembangkan media alat pembelajaran dan mengefisienkan terbatasnya tempat bimbingan belajar yang digunakan. sehingga dengan demikian, ketika semua solusi tersebut dapat terealisasikan maka tujuan dari bimbingan belajar mengajar dapat tercapai, yaitu meningkatkan kualiatas sumberdaya manusia Desa Kodak.

Penulis
Tim KKN 50 Universitas Trunojoyo Madura

Sabtu, 21 Juli 2018

Geografi Desa


           


Kodak merupakan Desa yang berada di Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Indonesia. Dilihat dari segi geografis, Desa Masaran terletak di wilayah Kecamatan Torjun Kabupaten sampan  dengan luas ± 2,67 Km2 . Batas-batas wilayah Desa Kodak sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Jrengik , timur berbatasan dengan Desa, utara berbatasan dengan Desa  dan selatan berbatasan dengan Desa. Desa kodak merupakan salah satu desa dari 12 desa di Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang. Desa Kodak terdiri dari 4 dusun yaitu Dusun Masaran, Dusun Genugur, Dusun Jennun dan Dusun Kodak Tengah. Luas Wilayah Desa Kodak yaitu 2,67 Kmatau 266,98 Ha. Penggunaan lahan di Desa Kodak terdiri dari penggunaan untuk bangunan dengan luasan lahan yaitu 33,45 Ha, untuk tegalan dengan luasan lahan  yaitu 45,96 Ha, serta sawah seluas 187,57 Ha. Jenis Tanah di Desa Kodak terdiri dari tanah sawah dengan luas 187,57 Ha dan tanah kering dengan luas 79,41 Ha. 
            Keadaan topografi Desa Kodak adalah dataran rendah dengan ketinggian 2 meter dari permukaan laut. Curah hujan rata-rata 38,7 mm/bulan. Jarak Desa Kodak ke Pusat Pemerintahan :
Ke Kecamatan                        : 7 Km
Ke Puskesmas                        : 7 Km
Ke Kantor Polisi                     : 7 Km
Popoulasi penduduk Desa Kodak ini tergolong sedang didaerah di Kecamatan Torjun. Jumlah penduduk Desa Kodak tahun 2016 sebanyak 2.345 jiwa, dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 1.105 jiwa dan perempuan sebanyak 1.240 jiwa dengan jumlah warga yang berumah tangga yaitu 399 jiwa. Penduduk rata-rata per rumah tangga yaitu 6 jiwa.

Sejarah Desa


Desa Kodak merupakan desa yang berada di Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang Madura. Kodak sendiri memiliki arti pengganti. Didalamnya memiliki empat dusun antara lain: Kodak tengah, jenon, glugur dan masaran. Dari keempat dusun tersebut memiliki makna masing-masing. Dusun Kodak tengah merupakan sentral dari keempat dusun. Hal ini dapat di lihat dari aspek pendidikan dan ekonomi di Desa Kodak.  
Sejarah desa Kodak tidak terlepas dari sejarah dan latar belakang masyarakat Kodak sendiri. Sejarah sering dijadikan dongeng ataupun cerita pengantar tidur yang biasanya dikait-kaitkan dengan mitos yang ada di masyarakat. Yang menjadi sejarah tersendiri desa Kodak adalah adanya surau terbesar di desa ini yang diberi nama “Langgher Rajeh”. Desa ini di dirikan kyai buyut yang bernama Kyai Dhepak dan beliau memiliki seorang menantu. Awalnya surau tersebut berada di sebelah utara rumah pak sekses (sekretaris desa) dan pak kades (kepala desa). Pada suatu ketika ada seorang masyarakat atau warga yang mengatakan adanya surau tersebut membuat sempit jalan sehingga agak sulit untuk di lewati. Mendengar keluhan salah satu warga yang demikian, Kyai buyut tersebut menyuruh menantunya untuk mengundang tukang bangunan dengan tujuan memindahkan surau tersebut ke sebelah timur dari tempat asal. Anehnya pada saat waktu subuh menjelang, surau tersebut sudah berpindah ke tempat Kyai buyut yang di inginkan. Kyai buyut pun terkejut atas kehebatan menantunya, beliau merasa bahwa ilmu yang di miliki menantunya lebih tinggi dari pada ilmu yang beliau miliki. Sebab itulah Kyai buyut Dhepak memutuskan pergi  bertapa untuk memperdalam ilmunya. Sampai saat ini tidak ada yang mengetahui beliau pergi bertapa kemana. Dan sampai saat ini tiada seorangpun yang mengetahui letak makam mendiang kyai buyut Dhepak.
Sejak saat itu surau yang di beri nama “Langgher Rajeh” tersebut dianggap keramat dan memiliki santri terbanyak  di desa Kodak tersebut. karena sampai saat ini masih diyakini oleh masyarakat bahwa bagi seorang yang tidur di “Langgher Rajeh” akan merasa ada yang mencambuk dan melihat orang mengendarai kuda.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review