Minggu, 12 Agustus 2018

Sosial Budaya


Masyarakat desa kodak memiliki beberapa tradisi keagamaan yang sampai sekarang masih dilestarikan yaitu antara lain:

1.      Ta’ziyah

            Bila tetangga, kerabat dan orang yang dikenalnya meninggal dunia, maka tanpa diperintah masyarakat datang berta’ziah/melayat.  Tradisi inni biasa dilakukan oleh ibu-ibu, sedangkan orang laki-laki datang melayat saat acara tahlil di malam hari ba’dha maghrib.

2.      Tahlilan 7 hari

            Orang yang meninggal mulai dari malam pertama sampai ketujuh dibacakan tahlil oleh bapak-bapak, anak muda dan anak-anak kecil tanpa melalui undangan. Mereka datang atas kehendak sendiri hadir untuk baca tahlil. Biasanya pada malam ketujuh orang hadir baca tahlil diberi konsumsi berupa mie atau nasi dibungkus. Adanya konsumsi tersebut mendorong anak-anak kecil berdatangan hadir untuk baca tahlil.



3.      Jenguk Orang Sakit

            Sudah menjadi tradisi bila saudara, tetangga, rekan kerja dan orang yang dikenalnya jatuh sakit dan off name di rumah sakit, maka masyarakat akan datang menjenguknya. Biasanya saat menjenguk mereka membawa sesuatu atau uang untuk disumbangkan pada yang sakit.

4.      Jenguk Orang Melahirkan

            Ibu-ibu sudah terbiasa menjenguk kerabat, tetangga dan teman yang melahirkan dengan membawa peralatn bayi, terutama seorang ibu yang pernah melahirkan dan dijenguk. Masyarakat akan merasa hutang budi dijenguk kepada orang-orang yang sudah menjenguknya saat dia melahirkan.

5.      Tengkepen

            Saat ibu hamil memasuki bulan ketujuh, tengkepan digelar dengan mengundang kerabat, tetangga, dan teman guna bersam-sama membaca doa untuk keselamatan ibu dan anak yang yang akan dilahirkan ke dunia.

6.      Haul

            Orang yang sudah meninggal dan mencapaisatu tahun dari waktu wafatnya, keluarga menggelar haul dengan mengundang kerabat, tetangga dan teman guna bersama-sama membaca tahlil dan doa untuk orang yang meninggal.

7.      40 hari

            Orang yang sudah meninggal mencapai 40 hari dari waktu wafatnya, keluarganya menggelar acara 40 hari dengan mengundang kerabat, tetanggadan teman guna bersama-sama membaca tahlil dan doa untuk si almarhum.

8.      100 hari

            Orang yang sudah meninggal mencapai 100 hari dari waktu wafatnya, keluarganya menggelar acara 100 hari dengan mengundang kerabat, tetanggadan teman guna bersama-sama membaca tahlil dan doa untuk si almarhum.



9.      1000 hari

            Orang yang sudah meninggal mencapai 40 hari dari waktu wafatnya, keluarganya menggelar acara 40 hari dengan mengundang kerabat, tetanggadan teman guna bersama-sama membaca tahlil dan doa untuk si almarhum.

10.      Yasinan

Yasinan merupakan tradisi yang tidak asing lagi bagi masyarakat Madura. Tradisi ini sendiri di Desa Kodak dilakukan dalam dua waktu yaitu setiap hari Senin pada pukul 16.00 dan Kamis malam Jum’at pada pukul 18.00. 

Buku Desa


Buku Desa Kodak

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review